Program Studi Tadris IPA IAIN Sorong sukses menggelar kuliah tamu melalui platform Zoom Meeting pada Selasa, 15 Desember 2023, untuk mata kuliah Fisika Dasar 1 dengan topik "Miskonsepsi Guru dalam Pengajaran Fisika". Acara ini menghadirkan Prof. Dr. Mursalin, M.Si, Guru Besar Pembelajaran Fisika dari Universitas Negeri Gorontalo, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Indria Nur, M.Pd, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kuliah tamu ini dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai miskonsepsi dalam pembelajaran fisika. “Sebagai calon pendidik, mahasiswa harus memahami konsep fisika dengan benar agar dapat mengajarkan materi secara tepat dan tidak melanggengkan kesalahan konsep di kalangan peserta didik,” ujarnya. Kegiatan ini dimoderatori oleh Rabiudin, M.Pd, selaku Koordinator Program Studi Tadris IPA, yang menambahkan bahwa “Banyak guru yang tanpa disadari masih mengajarkan konsep yang keliru, sehingga pemahaman siswa menjadi salah dan sulit diperbaiki. Oleh karena itu, diskusi ini menjadi sangat penting.”
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Mursalin menjelaskan bahwa miskonsepsi dalam pengajaran fisika merupakan tantangan besar dalam dunia pendidikan, terutama pada konsep gaya, gerak, energi, dan listrik. Beliau menyoroti beberapa kesalahan umum yang sering terjadi di kelas, seperti anggapan bahwa gaya selalu diperlukan untuk menjaga benda tetap bergerak. “Salah satu miskonsepsi terbesar adalah keyakinan bahwa benda yang bergerak harus terus diberi gaya agar tetap bergerak. Padahal, menurut hukum Newton pertama, benda akan tetap bergerak dengan kecepatan tetap jika tidak ada gaya luar yang bekerja padanya,” jelasnya. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa miskonsepsi ini tidak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga pada guru yang kurang memahami konsep dasar dengan baik. Oleh karena itu, beliau mengajak mahasiswa untuk mulai memahami konsep fisika secara lebih mendalam dan kritis agar dapat mengajarkan dengan benar di masa depan.
Antusiasme mahasiswa terlihat dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Salah satu mahasiswa, Ahmad, menyampaikan bahwa kuliah tamu ini sangat membuka wawasan dan membantu dalam memahami fisika dengan lebih baik. “Banyak hal yang selama ini saya anggap benar ternyata adalah miskonsepsi. Sekarang saya lebih memahami bagaimana seharusnya mengajarkan fisika dengan benar,” ungkapnya. Sementara itu, mahasiswa lainnya, Siti, mengaku bahwa ia baru menyadari bahwa beberapa pemahamannya tentang konsep energi dan gaya selama ini kurang tepat. “Saya jadi lebih berhati-hati dalam memahami materi dan akan lebih kritis saat membaca buku atau mendengar penjelasan dosen,” katanya.
Kuliah tamu ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Tadris IPA dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep fisika yang benar serta bagaimana cara menyampaikannya dengan baik kepada peserta didik. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan calon guru fisika dapat menghindari miskonsepsi dalam pengajaran dan memberikan pemahaman yang lebih akurat kepada siswa di masa depan. Acara ini ditutup dengan harapan dari Prof. Dr. Mursalin agar mahasiswa terus belajar dan tidak ragu untuk mempertanyakan konsep-konsep yang mereka pelajari. “Jadilah calon guru yang kritis dan selalu mencari pemahaman yang benar, karena kesalahan konsep yang diajarkan hari ini akan terus terbawa hingga generasi berikutnya,” pungkasnya.