Tuhan, Maafkan masa laluku.\r\n\r\nEngkau berikan nikmat bertubi-tubi,\r\ntapi kami balas dengan maksiat tiada henti.\r\n\r\nEngkau berikan kesehatan, tapi kami balas\r\ndengan perbuatan yang bukan-bukan.\r\n\r\nKarena kami yakin bahwa setiap yang punya\r\nmasa lalu, pasti punya masa depan.
Negeri 5 Menara adalah buku pertama dari sebuah triologi. Ditulis oleh Ahmad Fuadi, mantan wartawan TEMPO & VOA, penerima 8 beasiswa luar negeri, penyuka fotografi, dan terakhir menjadi direktur komunikasi di sebuah NGO konservasi.
Kirania selalu menuruti keinginan Ningrum, bundanya, bahkan dalam mencari calon suami. Tetapi dalam beberapa taaruf yang dilaluinya, Ningrum selalu menolak pilihan Kirania. Dan akhirnya, Ningrum menjodohkannya dengan Agam yang kebetulan rekan kerja Kirania dan sama-sama berprofesi sebagai guru Fisika.\r\n\r\nAkankah Kirania menemukan calon yang tepat dan tetap mendapat restu sang bunda? Lalu, m…
Novel ini menarik untuk dibaca. Latar belakang sejarhnya amat penting diketahui umat Islam yaitu lahirnya Kerajaan Islam pertama di Jawa. bahasanya enak sehingga saya yang sudah lama tidak membaca novel, membacanya dari awal sampai akhir. KH Sholahuddin Wahid
Roy mengalami segala problematika khas cowok; cinta, persahabatan, dan permusuhan. Tapi itu belum seberapa. Ketika rasa kehilangan yang pekat menghatam roy, dia menghadapi tantangan terberat. Hanya terpuruk meratapi nasib, melarikan diri pada hal-hal terlarang, atau bangkit dan menjadi lelaki sejati
Namaku Rizki. Usiaku empat belas tahun. Saat ini aku berdiri di depan panti asuhan, membawa dua adik perempuanku. Bukan. Aku bukan anak yatim piatu. Ibuku masih hidup. Tapi, dua menit yang lalu adalah terakhir kali aku bertemu dengan ibu. Hingga kelak aku dewasa, kami tak pernah bertemu lagi. Sementara ayahku tewas tertembak. Panti asuhan ini bukan panti asuhan betulan. Dari luar memang ada pl…
Apalah arti memiliki, Apalah arti kehlangan, apalah arti cinta, Wahai, bukanlah banyak kerinduan saaat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya sitipis benang saja.
Di dunia ini kita seperti orang bepergian, orang yang mengembara. Dunia ini buka tujuan kita. Tujuan kita adalah Allah. Kita harus memiliki rasa rindu yang mendalam kepada Allah. Dan Allah akan membalas dengan kehangatan rindu dan ridha-Nya yang tiada bandingannya.
Senja jatuh hati kepada satria, lelaki yang ia yakini bisa menjaga dirinya. Namun, keyakinan itu mengatarnya pada sebuah peristiwa yang mungkin akan disesali kemudian hari. Satria menginginkan senja. Seutuhnya
Di Negeri Para Bedebah, pencuri, perampok, bagai musang berbulu domba. Di depan, wajah mereka terseyum penuh pencitraan. Di belakang penuh tipu-tipu
Perpustakaan IAIN Sorong