Kehadiran al-quran diibaratkan sebagai hidangan allah yang berarti ia senantiasa terbuka untuk dianalisis dan diinterpretasi.
Berawal dari kegelisahan peneliti terhadap pendidikan islam yang selalu dinomorduakan.
Para ilmuan tidak boleh malu untuk mengakui hipotesis yang mereka buat dalamn menetapkan cara berpikir mereka yang imajinatif dan inspiratif dalam berpikir.
Buku ini menjadi penanda bahwa jarak geografis tidaklah menghalangi untuk saling bersinergi dan bekerja sama.
Buku ini diawali dari bantuan penelitian pada tahun 2015 dari sekolah tinggi agama islam Negeri (STAIN).
Buku ini lahir dari keperluan untuk menyediakan bacaan dalam perspektif yang luas, termasuk bagi khalayak umum.
Buku ini menjadi urung pikiran penulis tentang pendidikan islam terutama terkait dengan pembelajaran bahasa dimana gontor menjadi pionir dalam pendidikan islam,bukan hanya di tingkat Indonesia yang saat itu bahkan belum diproklamirkan tetapi juga untuk dunia islam.
Buku ini bertujuan untuk memecahkan satu masalah pokok. karenanya,masalah pokok yang dibahas dalam skripsi harus jelas, baik bagi penulisannya sendiri maupun bagi pembacanya.
Buku ini menceritakan tentang keadaan masyarakat sorong yang hidup rukun dan berdampingan walau berbeda agama,budaya,suku,maupun ras.
Buku ini menjadi bukti,bahwa dengan kerjasama dan kesatuan tujuan akan ada hasil yang diharapkan.